Kengkubang Tiga dan Serengkah Enam Jadi Desa Adat Budaya

teks foto
SERAHKAN SERTIFIKAT : Sekda Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan sertifikat program PTSL kepada masyarakat Kecamatan Tumbang Titi, kemarin (27/12).

TUMBANG TITI, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Martin Rantan, secara resmi menetapkan Desa Kengkubang Tiga dan Serengkah Enam, Kecamatan Tumbang Titi, sebagai Desa Adat Budaya. “Atas Pemerintah Kabupaten Ketapang sangat mengapresi sekali kehadiran masyarakat dalam kegiatan pencanangan desa budaya ini,” katanya, Senin (27/12).

Acara pencanangan desa budaya tersebut dirangkai dengan penyerahan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan redistribusi tanah di rumah singgah Bupati Ketapang di Kecamatan Tumbang Titi.

Martin menjelaskan, desa budaya yang dicanangkan yaitu, Kengkubang Tiga terdiri dari Desa Jelayan, Desa Natai Panjang, Desa Sukadamai. Sedangkan Serengkah Enam terdiri dari Desa Tanjong Maloi, Desa Batu Beransah, Desa Serengkah, Desa Serengkah Kanan, Desa Tanjung Beulang, dan Desa Beringin Rayo.

Martin berharap terkait penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat agar kepala desa segera menyalurkannya. “Saya berpesan kepada kepala desa agar segera salurkan sertifikat ini. Jangan main titip dan tidak boleh meminta setoran saat pengambilannya,” tegasnya.

Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan di antaranya Desa Tumbang Titi sebanyak 574 bidang, Desa Nanga Kelampai sebanyak 224 bidang, Desa Titi Baru sebanyak 490 bidang, Desa Suka Damai sebanyak 168 bidang, Desa Jelayan 150 sebanyak bidang, Desa Pangkalan Paket sebanyak 148 bidang, Desa Perigi sebanyak 406 bidang, Desa Batu Taham sebanyak 449 bidang, Desa Pemuatan Jaya sebanyak 294 bidang, Desa Mahawa sebanyak 259 bidang, dan Desa Sengkarak sebanyak 341 bidang.

Selain itu, Martin juga berpesan terkait penanggulangan pandemi ini. Menurutnya, persoalan penanganan Covid-19 tidak cukup hanya dengan menerapkan protokol kesehatan, tanpa terdapat kekebalan kelompok. “Kekebalan kelompok dapat terjadi pertama yaitu, jika semua semua sudah diserang virus sehingga akan terjadi kekebalan terhadap virus. Yang kedua dengan program vaksinasi,”jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap terget vaksinasi tahap satu di Kabupaten Ketapang bisa mencapai 60 persen keatas pada Desember ini. “Kepada para camat, kepala desa, ketua RT, dusun dan yang terlibat lainnya, bisa membantu pemerintah dalam pencapaian target ini dengan jemput bola sehingga akan terjadi kekebalan kelompok,” pesan Martin. (*)

Berita Terkait